LPPPM UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN MENGADAKAN PELATIHAN ASSESOR PENJAMINAN MUTU

Banyaknya Perguruan Tinggi di Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) membuat akreditasi dari perguruan tinggi menjadi daya tarik utama bagi calon mahasiswa. Akreditasi dari penjaminan mutu Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap PTN dan PTS seluruh Indonesia. Berdasarkan Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Dikti ini meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau yang lebih dikenal dengan Akreditasi. Banyak perguruan tinggi yang hanya mementingkan akreditasi eksternal tanpa memikirkan akreditasi internalnya. Hal ini yang berusaha dihindari oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan, dan Penjaminan Mutu (LPPPM) Universitas Borneo Tarakan mengadakan pelatihan assessor penjaminan mutu internal.

Pelatihan ini akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 12-24 Oktober 2017 yang mengambil tempat di Ruang Rapat Dekanat Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan. Materi pelatihan ini disampaikan oleh 3 pemateri yaitu Dr. Iffi Fitriah, Aditia Syaprillah, S.H., M.H., Dr. Elly Jumiati, M.Pd., dan Kadek Dewi Wahyuni Andari, M.Pd. Adapun peserta dari pelatihan assessor penjaminan mutu internal Universitas Borneo Tarakan berasal dari seluruh Ketua Prodi (Program Studi) yang ada di lingkungan Universitas Borneo Tarakan. Pelatihan ini dilaksanakan karena mengingat untuk mendapatkan atau meningkatkan akreditasi harus melalui proses yang tidak mudah. Hampir semua prodi yang ada di Universitas Borneo Tarakan memiliki kekurangan 50-60 poin untuk dapat akreditasi A dari BAN-PT. ‘Terus terang kekurangan poin itu gak gampang tapi bisa dicapai kalau kita mempunyai program yang terstruktur’, ujar Ketua LPPPM Universitas Borneo Tarakan, Dr. Iffi Fitriah. Diprediksi oleh Ketua LPPPM Universitas Borneo Tarakan bahwa ke depan kriteria penilaian akreditasi dari BAN-PT akan semakin ketat sehingga perlu adanya pelatihan ini untuk menyiapkan diri memenuhi kritera tersebut.

Adapun standar kriteria dari BAN-PT untuk tahun ini berjumlah 7 standar, yaitu:
Standar 1 : Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian
Standar 2 : Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu.
Standar 3 : Mahasiswa dan Lulusan
Standar 4 : Sumber Daya Manusia.
Standar 5 : Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik.
Standar 6 : Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi.
Standar 7 : Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama.
Standar ini kemungkinan akan bertamabah menjadi 9 standar karena saat ini BAN-PT sedang menyusun instrumen untuk standarisasi akreditasi di Perguruan Tinggi.

Atas dasar tersebut di atas membuat LPPPM Universitas Borneo Tarakan mengadakan pelatihan untuk Ketua Jurusan (Kajur) yang ada di Universitas Borneo Tarakan. Pelatihan ini bertujuan untuk pemahaman kepada Kajur yang baru saja dilantik beberapa waktu yang lalu. Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan kesadaran akan pentingnya penyusunan assessment yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai akreditasi. Diharapkan nantinya masing-masing prodi yang ada di Universitas Borneo Tarakan mampu menilai diri sendiri (self assessment) untuk mencanangkan program-program yang dapat dilakuan dan lebih terstruktur pelaksanannya. Ketua LPPPM Universitas borneo Tarakan, Dr. Iffi Fitriah menyatakan ‘minimal satu dua tahun ke depan atau kalau bisa selama mereka (Kajur) menjabat dapat melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan akreditasi’. Beliau berharap bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan nilai akreditasi dapat dilaksanakan secara terstruktur, masif, dan berkelanjutan. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman tentang pelaksanaan program yang fokus pada hal-hal yang berkaitan tentang peningkatan mutu dari prodi yang ada di Universitas Borneo Tarakan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *